Home » » KEMATIAN DI RUMAH BARU

KEMATIAN DI RUMAH BARU

Written By Planet Pengetahuan on Sabtu, 13 Agustus 2011 | 8/13/2011 03:45:00 PM

GUBRAAAAKKK ....
"ADUUUUUUHHH !!!" teriakku sambil kesakitan.
"Nita makanya kalo ngerjain sesuatu itu pelan2. Kamu itu sukanya bercanda saja." ujar Ibuku.
"Iya iya bu.. " jawabku sambil mengusap-usap kepalaku yang kejatuhan kardus dari atas almari.
***
Hmmm kenalin nama aku Nita. Aku anak berusia 15 tahun. Aku baru pindah rumah kemarin. Sebenarnya aku nggak mau, tapi terpaksa karna ayahku pindah tugas ke kota ini.
Pertama kali aku melihat rumah baruku, ada perasaan ngeri. Bayangin aja, rumah ini emang besar tapi
sudah tua dan usang.
***
Barang2 di turunkan dari truk saat itu. Aku mengambil barang2 ku dan menuju ke kamarku yang baru.
Aku mendapatkan kamar di lantai 2. Saat berada di ujung tangga, kulihat tangga rumah ini sudah tua. Kulangkahkan kaki dengan hati2 saat menaiki anak tangga. Satu demi satu anak tangga ku lewati. Terdengar bunyi decit ketika aku menginjaknya.
Hufhhh.... akhirnya setelah melewati anak tangga yang terakhir, tepat di depanku ada sebuah pintu. "Sepertinya ini dia kamarku, semoga tak seburuk tangganya.."gumamku dalam hati.
Kubuka pintu itu pelan2. Gelap... Aku mencoba mencari cari saklar lampu, naahhh akhirnya ku temukan.
Saat lampu menyala, kamar ini mulai terlihat jelas.
"WAOOOOOW kamar yang besar !"teriakku girang.
Memang inilah yang aku inginkan. Memiliki kamar sendiri yang besar. Maklum lah di rumahku yang dulu kamarku kecil banget.
***
Sudah cukup aku beristirahat, lalu aku mulai membersihkan kamar baruku.
Di dalam kamar itu, ada 1 ranjang yang besar, 1 almari dengan cermin yang lebar, dan 2 buah jendela.
"Ibu gimana caranya mindahin lemari pakaianku ke sini??? Tangganya sudah usang,,,ntar ambruk lagi!!"
teriakku kepada ibuku yang saat itu sedang berada di bawah.
"Udah kamu pakai almari yang ada di kamarmu dulu aja. Lagian sama besarnya kan??"jawab ibuku.
Hmmm... aku berdiri tepat di depan almari itu..
"Ni almari gak beda jauh sama rumah ini, tua dan usang". batinku.
Ketika aku hendak membuka almari itu tiba2 ada angin dingin yang mengenai leherku. Sontak aku langsung keget gara2 itu.
Entah kenapa tiba2 bulu kudukku berdiri. Perasaan apa ini???
Kubuka pelan2 pintu almari itu sambil memejamkan mata. Ada sedikit rasa was2 dalam diriku.
"Nitaa !!!!" panggil Ibuku sebelum aku sempat membuka almari itu.
'Oh Tuhan, hufh untung aku gak punya penyakit jantung'gumamku.
"Iya bu, ada apa?" jawabku.
"Bantu ibu sebentar di sini"
"Iya bu." ujarku.
***
Malam harinya ketika jam menunjukkan pukul 22.00 aku kembali ke kamar. Seperti pagi tadi, aku menaiki tangga dengan hati2. Bunyi berdecit terdengar lagi, kali ini semakin terdengar keras. Mungkin karena malam ini sunyi. Ku naiki anak tangga 1 demi satu agar tidak membangunkan ayah dan ibuku
yang sudah tertidur pulas di kamar. 'Sampai juga' gumamku. Kubuka pintu kamarku dan ku pandangi seluruh isi kamar ini. Tak dapat ku sangkal, jauh berbeda di bandingkan pagi hari tadi. Kamar ini terasa aneh, entah apa tapi aku merasa ada yang aneh. Udara yang pengap dan lembab di kamar ini di tambah hawa yang dingin membuatku merasa sedikit takut.
"Apa lebih baik aku tidur di bawah saja ya??"tanyaku dalam hati.
"Ah tidak, pasti ntar ibu bilang aku penakut"lanjutku. Akhirnya aku rebahkan diriku di kasur yang ada di kamar baruku. Kupandangi langit2 kamarku.
"Ada perasaan aneh dengan kamar ini. Tapi apa?"tanayku dalam hati.
Sedikit demi sedikit mataku mulai terpejam. Baru sebentar aku tertidur tiba2 badanku terasa berat.
Dindin,, bulu romaku berdiri. Dapat kurasakan ada nafas berat di hadapanku. Dengan rasa takut yang begitu besar, aku membuka mataku.
"AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!! teriakku histeris saat melihat sosok yang ada di hadapanku.
Wajah pucat seorang wanita berlumuran darah, dengan rambut terurai panjang, dengan jemari tangan yang dingin, kuku2 yang panjang.... Badanku tak bisa ku gerakkan, kaku..
"Nita... apa yang terjadi? " tanya ayahku dari lantai bawah. Aku dapat mendengarnya, tapi aku tak dapat menjawabnya. Lidahku terasa kaku
"Ayah...ayah...tolong" teriakku dalam hati.
Ku dengar langkah kaki yang sedang menaiki tangga, aku benar2 berharap itu adalah ayahku. Bersamaan dengan pintu kamarku yang dibuka, sosok wanita yang ada di atas tubuhku tadi menghilang.
"Ada apa? kenapa kamu berteriak seperti itu?" tanya ayahku. Aku hanya bisa menangis. Aku tak dapat berkata apa2.
"Ya sudah, kamu tidur di bawah saja dulu." kata ayahku.
***
Esok harinya, aku menceritakan apa yang terjadi semalam kepada ibuku.
"Ah. mungkin kamu hanya bermimpi" jawab ibuku.
"Tapi bu..." ujarku.
"Sudah, sekarang rapikan kamarmu.."lanjut ibuku. Hufh sudah ku duka bahwa tak akan ada yang percaya. Maklum keluargaku tak pernah percaya tentang hal2 yang berbau mistis seperti itu.
***
Jam menunjukkan pukul 11.00 waktu itu. Aku sedang duduk termenung di tempat tidur kamarku
sambil memikirkan kejadian tadi malam.
"Mungkinkah aku hanya bermimpi? Tapi kenapa terasa begitu nyata?"gumamku.
Ku lihat sekeliling kamarku. Aku baru ingat bahwa aku belum merapikan baju2ku. Kupandangi almari tua yang ada di kamarku. Akupun berjalan dan berdiri tepat di depan almari itu. Tanpa ragu2, langsung ku buka pintunya.
"Hah??? baju2 siapa ini?? kenapa masih tersimpan disini dengan rapi?"tanyaku heran.
Saat ku coba mengambil salah satu baju yang tergantung di situ, ada sebuah tangan yang menarikku ke dalam almari. sontak aku langsung berteriak histeris.
"AAAAAAAAA...."
"Nita kamu kenapa nak?apa yang terjadi di atas?" tanya ibuku dari bawah.
Tangan itupun menghilang bersamaan dengan kemunculan ibuku di depan pintu kamarku.
"Kamu jangan bercanda, ibu sedang sibuk di bawah"ucap ibuku geram.
"Tapi bu.. aku benar2..."ucapku lirih.
"Aku gak mau tinggal di rumah ini" lanjutku.
"Kamu jangan aneh2!!
Sudahlah ibu sudah capek, jangan kamu buat ibu tambah capek"kata ibuku sembari keluar dari kamarku.
***
Saat makan malam tiba, di meja makan aku hanya duduk sambil sesekali memandangi piring.
Aku bingung haruskah aku menceritakan tentang baju2 di almariku itu kepada orangtua ku?
"Kenapa kamu tidak makan nit?"tanya ayahku heran.
"Hmm... iya yah, ini juga mau makan"jawabku pelan.
"Yah..kenapa di almari pakaian di atas ada baju2 yang tersimpan rapi ya yah?"tanyaku.
Sebelum ayahku sempat berkata apa2,ibu langsung memotong pembicaraan
"Tidak, kamu salah lihat mungkin. baru saja ibu memeriksa almari di kamarmu. Disana tidak apa2. Kosong" kata ibuku.
"Masak bu?" tanyaku heran.
Akhirnya untuk membuktikan semuanya, aku, ayah dan ibuku pergi ke kamarku dan memeriksa almari itu. Dan saat di buka oleh ayahku ternyata semua baju2 itu hilang. Mulai saat itu, orangtua ku jadi agak tak percaya padaku. Mereka mengira aku berbohong........
Akupun terus dihantui oleh sosok wanita itu. Sampai akhirnya hari itu tiba.
***
20 Februari setelah genap 20 hari kami tinggal di situ, ketika aku hendak menuruni tangga,
tiba2 ada yang mendorongku hingga aku terjatuh. Dan saat kejadian itu terjadi, ibuku sempat melihat sosok wanita yang dulu pernah aku lihat berada tepat di belakangku. Kepalaku sakit.. Sangat sakit.. pandanganku gelap. Darah menetes dari kepalaku. Aku hanya mendengar suara ibuku memanggil manggil namaku sambil menangis.
"Maafkan ibu sayang karna ibu tidak memercayaimu."itulah kata terakhir yang aku dengar dari ibuku.
Tapi semuanya terlambat,itulah terakhir kali aku menghembuskan nafasku. Aku bersyukur karena setelah kejadian itu, orangtuaku tidak menganggapku pembohong lagi.
***
Bagikan Artikel Ini :

0 komentar:

Poskan Komentar

Ayo budayakan berkomentar demi kemajuan blog ini. Komentar Anda akan sangat bermanfaat bagi Planet Pengetahuan. Terima Kasih.

Entri Populer

 
Support : Planet Pengetahuan | ADRPro | Planet Pengetahuan
Copyright © 2013. PLANET PENGETAHUAN - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Planet Pengetahuan
Proudly powered by Blogger